Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

DIALOG DETAK SUMBAR - SUMBAR BUTUH SOSOK GUBERNUR SEPERTI APA - EDISI 11...

Gambar

Kawasan Bisnis Muhammadiyah

Kawasan Bisnis Muhammadiyah - Wardah Foundation, Padang Panjang, 15.03.2020. https://eskaelhussein.wordpress.com/2020/03/18/peresmian-kawasan-bisnis-muhammadiyah-wardah-foundation/

Telaah Singkat: Solusi Rasionalitas Berkemajuan Pengunduran Muktamar Muhammadiyah ke-48

Covid-19 telah meluluh-lantakkan ekonomi, pendapatan rakyat dan turunnya pertumbuhan ekonomi menjadi minus. Corporate dan perusahaan yang bangkrut. Pelaku ekonomi rakyat yang sumpek dan tertekan. Lapangan kerja menyempit dan pengangguran terjadi di mana-mana. Sosial, budaya, pendidikan menjadi kelabu. Berkali-kali lock-down, PSBB dan Protokol Covid telah membuat rakyat galau. Perubahan prilaku yang ceria menjadi murung. Pendidikan menjadi kocar-kacir. Anak-anak yang tinggal di rumah.  Belajar dari rumah. Pada teorinya disebut pola baru. Tetapi praktiknya hanya sebagian kecil yang mampu melaksanakannnya dalam batas minimal. Kelesuan  dan psiko sosial kerohanian dan suasana batin masyakat yang galau. Dan keadaan itu telah diprediksi pada awal Pandemi Covid oleh para petinggi negara dana tokoh ekonomi bahwa keadaan ini melebih krisis 1998.  Tak kalah di situ terdapat Muhammadiyah menjadi sasaran musibah ini. Sebagai Organisasi Masyarakat Islam berusia lebih  satu abad, Muhammadiyah sudah

ORMAS ISLAM DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Gambar
Pengukuhuan-Pelantikan PWM Sumbar 2015-2020 oleh Ketua PPM dan foto setelah itu bersama undangan tokoh. Batusangkar, April 2016. (Foto: Dok.PWMSB) ORMAS ISLAM DAN KEBIJAKAN PUBLIK Oleh Shofwan Karim Pekan ke-3 Ramadhan, (20/6/16) lalu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi  Sumbar, Apris Yaman mengundang  Muhammadiyah untuk diskusi Ramadhan bertajuk Aktualisasi Peran Muhammadiyah di dalam Penentuan Kebijakan Publik di Sumbar.   Pada diskusi itu kebijakan public yang dimaksud tampaknya disimplifikasikan kepada keikutsertaan Muhammadiyah  memberikan masukan kepada Dewan di dalam membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).  Intinya tentu kebijakan tentang regulasi, apapun tingkatannya. Padahal di sisi lain, kebijakan public  tidaklah sesederhana itu. Ada kaitannya dengan sistem demokrasi dan kehidupan bangsa dan negara secara luas dan mencakup.   Besok harinya beberapa Koran dan Media On-line meliput, isinya mempersuasi Muhammaiyah mendongkrak peranan itu.  Peserta diskusi meminta di samping p

Safari Tiada Ujung

Gambar
Safari Tiada Ujung Oleh Shofwan Karim Berharap Derjat Taqwa Sejauh mata memandang Nasib telah membawanya ke puncak Perjalanan tak berkesudahan Mendengus nafas yang tak pernah lelah  Di dalam untaian panjang safari tiada ujung Tiba-tiba matanya yang lindok menatap kaki langit di balik horizon Serpihan harapan itu kini menjadi kenyataan Hidup di dalam garis putar yang tak pernah diam Membuatnya berjalan, berlari, meloncat dan terbang Matanya turun ke rumput ladang,   sentana fatamorgana tropik tak berbatas Menyapu lekuk bukit, gunung, lembah, permadani hijau,   pasir pantai ke  samudera gemuruh tak bertepi Bila nafas dihitung dengan oksigen yang dihirup pertama di dunia sampai hari-hari ini Apakah ia sanggup? Nikmat mana lagi yang kamu dustakan? Sungguh, bla kamu bersyukur akan ditambah berkali lipat, bila kamu kufur, ingatlah balasan-Nya yang pedih Bila kamu berterimakasih, itu untuk dirimu  Di dalam rentangan rasa syukur dan terimakasih yang amat dalam Tiba-tiba dunia tergoncang Tidak

Anhar Gonggong: Apalagi yang tidak diberikan Muhammadiyah Kepada Bangsa ?

Gambar
Anhar Gonggong : "Apa yang Tidak Diberikan Muhammadiyah Kepada Bangsa?" Muhammadiyah sejak awal berdiri melakukan dua hal.  Pertama , pembaharuan. Kiai Dahlan dianggap sebagai tokoh pembaharu.  Kedua , berkontribusi pada pendidikan. Anhar Gonggong, seorang sejarawan kondang, mengatakan bahwa sumbangsih Muhammadiyah dalam hal pendidikan adalah hal yang tidak dapat dibantah. “Itulah yang melahirkan sebagian intelektual besar Indonesia yang memiliki peran penting sampai sekarang. Bidang pendidikan Muhammadiyah merupakan sumbangan yang sangat besar, bahkan sampai masa depan,” ujarnya. Pancasila dan Muhammadiyah Sumbangan lain Muhammadiyah, menurut Anhar Gonggong adalah Pancasila.  Menurutnya, Pancasila tidak mungkin ada ketika Kahar Muzakkir, Kasman Singodimejo, dan Ki Bagus Hadikusumo tidak memberikan toleransi untuk menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Paling tidak, sidang PPKI akan berlangsung sangat lama. Hal ini ia sampaikan dalam Pengajian Umum Pimpinan Pusat Muhammad

Shofwim Shofwan, Menggali Potensi di Era Kompetisi

Gambar
Padang, 13/8/2020.  Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB) meneruskan Webinar (Web Seminar) digital, Kamis, 13 Agustus 2020. Kali ini Fakultas Teknik, Pusat Pengembangan Bakat Mahasiswa menjadi host. Tema yang dibahas adalah, " Menggali Potensi di Era Kompetisi ". Sebagai pemateri Wakil Wako Payakumbuh, H. Erwin Yunas, SE., MM,. Chairman $ CEO OKE Professional PT. Optima Karya Elegan, Jakarta-Bandung, Shofwim Shofwan, S.Psi., M.B.A.,  Dekan Fak Pariwisata UMSB Moch. Abdi, SE., MM.. Sementara sebagai Keynote Speaker, Dr. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., Drs., M.A. Webinar yang diantar oleh Dekan FT Masril, MT, MC Ana Susanti Yusman, M. Eng dan dibuka oleh WR I Dr. Weddy Nasrul, M.Si berlangsung hangat. Sementara bertindak sebagai  moderator adalah Hariadi, M.T., mengatakan bahwa Webinar ini amat penting bagi mahasiswa untuk menjadi fondasi kemampuan profesionalnya nanti setelah selesai studi. Wawako Payakumbuh mengemukakan potensi yang banyak harus dipilih yang paling mungkn

Menggali Potensi di Era Kompetisi

Gambar
Padang, 13/8/2020.  Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB) meneruskan Webinar (Web Seminar) digital, Kamis, 13 Agustus 2020. Kali ini Fakultas Teknik, Pusat Pengembangan Bakat Mahasiswa menjadi host. Tema yang dibahas adalah, " Menggali Potensi di Era Kompetisi ". Sebagai pemateri Wakil Wako Payakumbuh, H. Erwin Yunas, SE., MM,. Chairman $ CEO OKE Professional PT. Optima Karya Elegan, Jakarta-Bandung, Shofwim Shofwan, S.Psi., M.B.A.,  Dekan Fak Pariwisata UMSB Moch. Abdi, SE., MM.. Sementara sebagai Keynote Speaker, Dr. H. Shofwan Karim Elhussein, B.A., Drs., M.A. Webinar yang diantar oleh Dekan FT Masril, MT, MC Ana Susanti Yusman, M. Eng dan dibuka oleh WR I Dr. Weddy Nasrul, M.Si berlangsung hangat. Sementara bertindak sebagai  moderator adalah Hariadi, M.T., mengatakan bahwa Webinar ini amat penting bagi mahasiswa untuk menjadi fondasi kemampuan profesionalnya nanti setelah selesai studi. Wawako Payakumbuh mengemukakan potensi yang banyak harus dipilih yang paling mungkn

Haji Arnis di Mata Sahabat

Gambar
Haji Arnis di Mata Sahabat   Oleh Shofwan Karim   H. Arnis Saleh Dt Malano Basa Nan Jabang, tokoh rendah hati, tinggi budi, setia dan pemurah. Sebagai salah seorang di antara beberapa tokoh masyarakat di Padang Panjang khususnya dan Sumbar umumnya,  beliau dekat dengan berbagai warga lain,  golongan, kelompok dan organisasi masyarakat.    Di kalangan Muhammadiyah Padang Panjang Batipuh X Koto selalu menyebutnya sebagai Angku Nan Jabang. Di Padang, saya selalu memanggilnya Pak Haji. Ini merujuk kepada panggilan yang saya dengar dari keluarga Pak Irman Gusman . Wakil Ketua 2004-2009, kemudian Ketua DPD RI 2009- 20014-2016 dan adik-adiknya. Mereka  menyebutnya Uda Haji.   Persentuhan kalbu dan batin saya dengan Pak Haji Dt Malano Basa tak dapat saya lepaskan dari keluarga Pak Irman. Bermula ketika  terpilih sebagai Ketua Muhammadiyah Sumbar 2000-2005.  Melalui Pak Irman saya merasa lebih dekat dengan Pak Haji.    Suasana itu berlanjut ketika saya terpilih menjadi  Rektor Universitas Muham

Literasi Sejarah Lokal Muhammadiyah: Obituari Buya Abi, Konsisten Quran dan Sunnah

Gambar
  Buya Drs. H. Abizar Lubis, M.Ag.  (1950-2020) 3 dari kanan bersama Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag  (22 Sep 1956-2 Jan 2020) Ketua PP   Muhammadiyah , dalam satu acara di PDM Padang Panjang. (Foto. Dok Pri)   Literasi Sejarah Lokal Muhammadiyah: Obituari Buya Abi, Konsisten Quran dan Sunnah   Oleh Shofwan Karim   Setiap   acara Muhammadiyah, apabila tidak terlalu formal, Drs. H. Abizar Lubis, M.Ag (lh 5 April 1950 wafat 9 Agustus 2020) dengan panggilan akrab Buya Abi, selalu berkata begini.  “Apabila memulai pidato atau sambutan, biasakanlah membaca kalimat tahmid yang sesuai dengan Hadis saw. Supaya menjadi bernilai ibadah”.   “Rasulullah biasanya membaca kalimat tahmid seperti ini”, ujarnya.   إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَس

Cendekiawan Muslim yang Rajin Menulis

Gambar
Dari Padang Koran Ekspres.   Cendekiawan Muslim yang Rajin Menulis Wartawan : Hijrah Adi Sukrial - Padang Ekspres  Editor : Riyon 03 January 2016 11:24 WIB Diempurnakan 7 Agustus 2020.   Shofwan Karim adalah salah satu kader Muhammadiyah yang menjelma jadi cendekiawan Muslim asal Sumatera Barat. Semuanya tidak terjadi begitu saja, namun melalui perjalanan panjang.   Shofwan Karim, 2019.   Di antara semua pengalamannya, ada satu yang membedakannya dengan aktivis, dosen dan cendekiaman Muslim lainnya, yaitu kemampuannya menulis.   Ketika berbincang dengan Padang Ekspres, dia mengatakan, dari sekolah dia sudah bercita-cita menjadi cendekiawan Muslim. Untuk mencapai itu, menurutnya dia harus bisa berbicara, bisa menulis, bisa memikirkan dan bisa melaksanakan.   Terminal Bus Ottawa, Feb 2015   “Jadi, taqwa itu tidak semata-mata beribadah dalam arti sempit, namun melalui tulisan pun kita bisa mendapatkan nilai ibadah, yaitu berdakwah melalui tulisan,” papar mantan Komisaris PT Semen Padang i