Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kuntowijoyo dan Kongres Sejarahwan Muhammadiyah

Gambar
  Kuntowijoyo Kuntowijoyo Nama asal Kuntowidjojo Lahir 18 September 1943 Sanden ,   Bantul ,   Yogyakarta ,     Wilayah Pendudukan Jepang Meninggal 22 Februari 2005(umur 61) Yogyakarta ,   Indonesia Sebab meninggal Meningo-Ensefalitis Kebangsaan   Indonesia Almamater Universitas Gadjah Mada   University of Connecticut   Universitas Columbia Dikenal atas Intelektual serba bisa yang menggagas ilmu sosial dan sastra profetik   [1] Suami/istri Drs. Susilaningsih M.A. Anak Ir. Punang Amaripuja S.E., MSc Penghargaan Satyalencana Kebudayaan RI   (1997)   FEA Right Award Thailand (1999)   Hadiah Sastra, Majelis Sastra Asia Tenggara (2001) Karier ilmiah Bidang Sejarah   Sastra Indonesia Institusi Universitas Gadjah Mada Disertasi Social Change in an Agrarian Society: Madura 1850-1940   (1980) Prof. Dr.   Kuntowijoyo , M.A. (juga dieja   Kuntowidjojo ; 18 September 1943 – 22 Februari 2005) adalah seorang   budayawan ,   sastrawan , dan   sejarawan dari   Indonesia . [2] Daftar isi 1   Biografi 2

Kongres Lahan : Sebenarnya marah nggak sih Presiden Jokowi ke Buya Anwar Abbas?

Gambar
  Kamis 16 December 2021 Kongres Lahan Oleh : Dahlan Iskan SEBENARNYA marah nggak sih Presiden Jokowi ke Buya Anwar Abbas? Medsos merilis video yang beredar luas. Temanya: Presiden men-skak Buya Abbas sampai lima kali. Pidato Presiden hari itu dipotong-potong. Diambil bagian-bagian tertentu. Sebagai bukti skak pertama sampai skak kelima. Sebelum potongan-potongan skak itu, ditampilkan potongan sambutan Buya Abbas di acara tersebut –Kongres Ekonomi Umat Islam ke-2 pekan lalu. Dari potongan itu kesannya kuat: Buya Abbas mengkritik keras pemerintah langsung di depan Presiden. Yakni soal penguasaan 59 persen tanah oleh hanya 1 persen warga negara. Saya pun menghubungi Buya Abbas kemarin. "Kalau saya kok tidak merasa Bapak Presiden marah kepada saya," ujarnya. "Apakah mungkin karena saya orang Padang? Sehingga perasaan saya beda dengan orang Jawa?" tambahnya. Kongres Ekonomi Umat Islam itu merupakan acara Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kongres pertama berlangsung tahun 2

Muhammadiyah Bangun Gedung Walet di Kinali

Gambar
  Muhammadiyah Bangun Gedung Walet di Kinali PASAMAN BARAT, POTRETKITA.net  - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat mulai membangun Gedung Wakaf Produktif Burung Walet di Koto Gadang Jaya (Koja), Kinali, Kab. Pasaman Barat (Pasbar). Peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan gedung tersebut, dilaksanakan Wakil Ketua Buya Solsafat, S,Pd.I.MA. Buya didampingi Sekretaris PWM Sumbar Nurman Agus dan Bendahara Abdurrahman S.Chan, disaksikan Ketua PDM Pasbar Ustad Ronaldi, Ahad 12 Desember 2021 (12/12). Peletakan batu pertama pembangunan ini diawali dengan  Pengajian Milad Muhammadiyah ke 109 bertempat di Masjid Taqwa Muhammadiyah Koja. Buya Solsafat juga langsung memberikan ceramah Milad di hadapan jamaah, PRM se Kinali.   Buya Solsafat dalam pengajian Milad 109 Muhammadiyah menjelang peletakan batu pertama pembangunan gedung burung walet menjelaskan pentingnya para kader dan warga Muhammadiyah memahami dan melaksanakan 8 nilai utama Muhammadiyah dalam menghadapi pandem

Adrian Muis: Kalau Tak Bertambah, Berkibarlah

Gambar
Solok: Ahad 12 Des 2021 "Kita telah menerima warisan Muhammadiyah lengkap dengan amal usahanya apa adanya, jika tidak akan bertambah "berkibar" ditangan kita, jangan malah berkurang dan "tersurut".  Demikian Wakil Ketua PWM Sumbar Adrian muis dalam pengajiannya menegaskan. "Kita mesti optimis, artinya berani hidup, untuk beramal shaleh menghidupkan Muhammadiyah "Nashrun minallaah" katannya mengakhiri pengajiannya. Mengambil tempat di Komplek Pendidikan muhammadiyah Bukitkili Kotobaru Solok. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok menyelenggarakan Peringatan Milad Muhammadiyah ke 109.  Sejak pagi warga Muhammadiyah telah berkumpul memenuhkan aula komplek Perguruan tersebut yg dipesankan betul oleh PDM agar mengatur jarak aman. Dalam kata sambutannya Ketua PDM Kabupaten Solok Afrizal Harun menyatakan: bahwa peringatan milad bagi Muhammadiyah hanyalah sekedar momentum untuk mengingat dan mengingatkan, semoga kita tak pernah lupa Muhammadiyah se

Muhammadiyah Santun dalam Kaifiyat

Gambar
  Muhammadiyah Santun dalam Kaifiyat SIJUNJUNG, POTRETKITA.net –  Sebagai persyarikatan yang berbasis kuat di masyarakat, Muhammadiyah terbukti mampu eksis dan bertahan di berbagai zaman, sejak masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, hingga mencapai usia 109 tahun saat ini. Ketua Umum PWM Sumbar Dr. H. Shofwan Karim Elhussain, MA. ‘’Sebagai upaya menjalankan tugas dakwahnya, Muhammadiyah tegas dalam pemahaman inti hakikat ajaran Islam, kukuh dengan prinsip yang dianut. Walaupun demikian, Muhammadiyah itu fleksibel dan santun dalam kaifiyat (tata cara),’’ kata Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Shofwan Karim Elhussain, MA, Selasa (23/11).   Shofwan menyatakan, penegasan itu disampaikannya saat menyampaikan Pidato Milad ke-109 Muhammadiyah yang dilaksanakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sijunjung, akhir pekan kemarin, di Muaro Sijunjung. Selain dihadiri warga Muhammadiyah, kegiatan juga diikuti secara virtual oleh Buya Prof. HM.