Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2020

Revitalisasi Ideologi Bagi AMM

https://drive.google.com/file/d/17RzRjy3yTV7rZuN0n1erSwhDCnLMH2PO/view?usp=sharing


Prof. Dr. M. Din Syamsuddin Ketum PPM 2005-2015 penyambutan upacara peletakan batu pertama Masjid Raya Tqwa Muhammadiyah Padang Panjang di Sumbar bersama Dr. Hj Nurhayati Subakat, Dra.,Apt, CEO & President PT Paragon Technology and Innovation, Kosmetik Wardah, Transformasi dan revitalisasi Ideologi antara pemimpin dan warga Muhammadiyah. ( Dok. MPI PWMSB)

Revitalisasi Ideologi Bagi AMM

Hizbul Wathan Pontren Mu'allimin Muhamamdiyah Sawah Dangka Bukittinggi 2017 (Dok. HW Sumbar)

Revitalisasi Bagi AMM

IPM dalam satu regional meeting Sumatera tah 2019. (Foto Dok MPK)

Buya Pulang Kampung

Milad 105 Muhammadiyah T Datar 2018

Milad 105 PDM T Datar, Basamo Mako Manjadi

Milad 105 PDM T Datar, Basamo Mako Manjadi Milad Muhammadiyah 105 PDM Tanah Datar di Tjg Bonai,Lintau. Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Dr. H. Shofwan Karim Elhussein menyatakan tahun 2018 adalah tahun pendidikan Muhammadiyah Sumbar.Semua institusi pendidikan di bawah payung Muhammadiyah di review atau dikaji ulang. Mulai dari Tk Aisyiyah, sekolah Muhammadiyah semua tingkatan sampai ke Akper dan UMSB. Baik secara kuantitas lebih-lebih kualitas.Milad yg bertema, "Merajut Kebersamaan untuk Tanah Datar Madani yg Berkemajuan" dg  tagline basamo mako manjadi itu, diharapkan memberikan dorongan dan motivasi tinggi bagi seluruh warga Muhammadiyah.Tumpah ruah di Masjid Tjg Bonai itu  sekitar lima ratus warga Muhammadiyah dari ranting, cabang dan daerah semua unsur Aisyiyah, NA, Pemuda, IMM, IPM, Pimpinan dan Kepala AUM dan Sekolah-sekolah.Hadir pula mewakili Pemkab, anggota DPRD TD, Camat, Forpimca, Wali Nagari, Ulama, Ninik Mamak, Pemuka Masyar…

Wisran Hadi: Otobiografi A S Maarif

https://wisranhadi.wordpress.com/2008/11/17/bedah-buku-otobiografi-ahmad-syafii-maarif/



Bedah buku; Otobiografi Ahmad Syafii Maarif

wisranhadi.wordpress.com



Otobiografi Ahmad Syafii Maarif; TITIK-TITIK KISAR DI PERJALANANKU
Oleh; Wisran Hadi
1.
Deraan yang paling berat dirasakan masyarakat Indonesia dewasa ini adalah kaburnya berbagai makna dan pengertian terhadap kata, istilah atau idiom. Sulit sekali membedakan mana yang ulama dan mana yang agitator, mana tokoh dan mana bandit, mana yang alim dan mana yang maling. Semuanya serba campur baur dan hadir di depan mata setiap saat dalam berbagai kemasan yang mengagumkan. Mereka yang jelas-jelas melakukan korupsi belum dapat dituduh sebagai koruptor, bahkan beberapa hari kemudian nama mereka dipulihkan sebagai tak bersalah. Banyak ambiguiti terjadi dalam berbagai bentuknya.

Dalam kondisi demikian, beberapa orang tertentu, yang punya tanggung jawab sosial, berusaha memperjelas sikap, identitas dan pendiriannya dalam bentuk karangan, esei, …