Posts

Resensi Buku RBK Pahlawan Kayo

Resensi Buku Mangumpua nan Taserak: Biografi RB Khatib Pahlawan KayoMei 23, 2019 Editor ALEX MEDANI & FAUZI Penerbit:Suara Muhammadiyah Cetakan I, Februari 2019

Pendahuluan Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku.Sedangkan kata “mengulas” itu sendiri mempunyai arti memberikan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb); mempelajari (menyelidiki) dan kata “ulasan” mempunyai arti kupasan, tafsiran,dankomentar.
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere ataurecensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal denganrecensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.
Buku yang kita bicarakan ini berjudul,Mangumpua nan Taserak: Biografi RB Khtaib Pahlawan Kayo.Berbentuk kumpulan tu…

Lazismu QR Pay Pertama Sumbar

Bekerjasama dengan BSM, Lazismu Kota Pariaman Launching QR PayMinggu, 28 April 2019Direktur Lazismu Abdul Rajab didampingi Pihak BSM serahterimakan penyaluran zakat pada mustahiq yang merupakan pelaku usaha kecil di 4 Kecamatan Kota Pariaman.PARIAMAN - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Pariaman salurkan zakat usaha kecil kepada 18 orang warga pariaman sekaligus launching QR Payment kerjasama dengan BSM (Bank Syariah Mandiri) di gedung serba guna Aisiyah Kelurahan Jawi-Jawi II Kota Pariaman, Minggu (28/04).Pada kesempatan ini Direktur Lazismu Kota Pariaman Abdul Rajab mengatakan, penyerahan bantuan modal usaha kecil dengan jumlah Rp 9 juta dan Launching QR Payment merupakan sosialisasi sekaligus memperkenalkan Lazismu secara menyeluruh bagi masyarakat Kota Pariaman."Dengan adanya pemberian bantuan modal usaha ini kedepannya para penerima tadi baik kader Muhammadiyah, Aisiyah dan warga lainnya yang memiliki usaha, diharapkan tahun depannya dapat menja…

Putra Sumpur Kudus: Indonesia Maju

TOKOH PENYEJUK NUSANTARA
DARI KAMPUNG SUMPUR KUDUSOleh. Asmul KhairiKampung di kaki Bukit Barisan itu bernama Sumpur Kudus, berada dalam Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, di sanalah Ahmad Syafii Maarif atau yang lebih akrab dipanggil buya Maarif dilahirkan, buya dianugerahi penghargaan, “Anugerah Indonesia Maju 2018-2019, dalam kategori anugerah khusus dapat gelar Tokoh Pengejuk Nusantara” di Pullman Hotel, Jakarta, tepatnya pada hari Senin, 08 April 2019. Ini entah yang keberapa kalinya buya menerima penghargaan, semoga buya sehat, panjang umur, dan selalu berbuat untuk kemanusiaan, bangsa, dan negara tercinta.Pada kesempatan yang berharga ini, Saya diminta oleh buya untuk mewakili menerima penghargaan yang bergengsi tersebut karena buya sedang berada di Yogyakarta, ini merupakan yang kedua kalinya saya mewakili buya menerima penghargaan yang terhormat. Di mana pada waktu pengumuman para peraih penghargaan, nama buya merupakan yang pertama kali dipanggil ke depan oleh panitia untu…

Prof Dr Din Syamsuddin: Khilafah

https://indonesiainside.id/pilpres-dan-khilafah-politis/

Khilafah dan Peradaban Modern

OPINI

Respons kepada KH Hamdan Rasyid Soal KhilafahDin Syamsudin (Ketua Dewan Pertimbangan MUI) - Senin, 01 Apr 2019 07:56:41 WIB 
0 KomentarBagikan :Din Syamsudin (Ketua Dewan Pertimbangan MUI) (Sumber foto : ist)BismillahirrahmanirrahimSaya sudah membaca tanggapan terhasap imbauan saya agar semua pihak tidak kembangkan isu bernuansa keagamaan terkait Pilpres, khususnya dari KH. Hamdan Rasyid. Saya mengucapkan terima kasih atas nasihatnya agar saya belajar dan mendalami Bahasa Arab agar jangan sesat dan menyesatkan.Memang saya  mengakui pengetahuan saya tentang Bahasa Arab sangat minim, walaupun merasa sudah belajar sejak Madrasah Ibtidaiyah, di Gontor, UIN, hingga S2 dan S3 yang ada seminar dengan menggunakan Bahasa. Arab di UCLA dulu. Oleh karena itu saya ingin berguru kepada Ust. KH. Hamdan Rasyid yang pengetahuan Bahasa Arabnya tinggi dan dalam.Untuk itu saya ingin beliau menguji pemahaman saya tentang konsep Al-Qur"an, khususnya tentang khalifah dan khilafah. Yang disebut ole…

Tiga Pendekar di Balik Kongres 19

Tiga Tokoh Muhammadiyah Minangkabau Dibelakang Suksesnya Congres Muhammadiyah ke-19
01/11/2018


Tiga Tokoh Muhammadiyah Minangkabau Dibelakang Suksesnya Congres Muhammadiyah ke-19
Oleh: Arief Budiman ChPenyelenggaraan Congres Muhammadiyah ke-19 di Minangkabau, tepatnya di Bukittinggi, telah usai sukses dilaksanakan, pada tanggal 14-21 Maret 1930. Congres ini merupakan pertemuan tahunan (Congres) Muhammadiyah yang pertama kali diselenggarakan di luar pulau Jawa. Artinya, berjarak 18 tahun setelah Muhammadiyah resmi berdiri tahun 1912 di Kauman Kota Yogyakarta.Sebenarnya, secara resmi Muhammadiyah berdiri di pulau Sumatera belum terlalu lama dari waktu penyelenggaraan Congres 1930, yakni pada 1926 bulan Juni baru berdiri Muhammadiyah Daerah Minangkabau di Padang Panjang, Sumatera Barat. Artinya, hanya berjarak 4 tahun setelah berdiri resmi, Muhammadiyah Daerah Minangkabau sudah “berani” menjadi tuan rumah dan menyelenggarakan Congres dengan mengambil tempat di Bukittinggi. Kota ini berja…

Haedar: Sikap Muhammadiyah di Pilpres 2019

Image
http://www.tribunnews.com/regional/2019/02/07/haedar-nasir-tegaskan-sikap-muhammadiyah-di-pilpres-2019-netral



Haedar Nasir Tegaskan Sikap Muhammadiyah di Pilpres 2019 Netralwww.tribunnews.com

Hoax Jangan Dilawan Hoax: Aisyah RA yang Bersih dan Turunnya Ayat 11 dan 22 QS An-Nur

Image
Tafsir Surah An-Nuur Ayat 11 إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (QS. An-Nuur: 11)
Maksud Ayat Sepuluh ayat dari ayat sebelas semuanya membicarakan tentang ‘Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha ketika orang-orang munafik memberikan tuduhan padanya bahwa Aisyah telah berselingkuh. Ayat ini diturunkan untuk menunjukkan tidak benarnya tuduhan tersebut. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir, 5:500.
Kisah Turunnya Ayat A…