Posts

Showing posts from August, 2017

Muhammadiyah Sumbar Cetuskan 'Deklarasi Gunung Talang'

Image
Muhammadiyah Sumbar Cetuskan 'Deklarasi Gunung Talang'

LPCR, Ruhanisasi Muhammadiyah dan Deklarasi Gunung Talang

Image
LPCR, Ruhanisasi Muhammadiyah dan Deklarasi Gunung Talang
Oleh Shofwan Karim
Gunung Talang, (Memo, 27/8/2017). Ini kali ke 16 LPCR PWM Sumbar turun sejak 2016.Pertemuan kali ini disebut pertemuan Zona 3, Putaran 1. LPCR membagi wilayah menjadi 3 Zone. Timur-Selatan, Tengah-Barat dan Timur-Utara. Zona 3 ini meliputi PDM-PDM Kab.Mentawai, Kab Pesel, Kab Solok Selatan, Kab Dharmasraya, Kab Sijunjunhg, Kota Sawah lunto, Kota Solok dan Kab Solok.Tidak Khadir Kab. Solok Selatan dan Kab. Dharmasraya. Tema pertemuan adalah, “ Konsolidasi dan Konkritisasi Organisasi serta Penguatan Strategi Gerakan Menuju Kondisi Cabang dan Ranting Ideal” (KKO-PSG-CRI). Dua di antara PDM di atas belum hadir, Solok Selatan dan Dharmasraya.

Sebelum ini, LPCRsudah mendapatkan data meskipun belum optimal, dan telah membuat petaumum masalah.Tentu masih diteliti lagi. Sementara tercatat Cabang Muhammadiyah di Sumbar 146,  dan ranting 876.  Sementara Nagari di Sumbar adalah 791. Apabila bandingannya Cabang per Nagari, m…

Demang Loetan Dt. Rangkayo Maharajo, Mandiri dan Islami

Image
Bedah Buku Judul Buku: “Demang LoetanSang Politisi Volksraad dari Lereng Merapi” Editor: Mursyid AM, Azizah Etek, M. Nazief Etek. Penyelaras Akhir: Effendy Hasan Pengantar (di sampul) : Prof. Dr. Mestika Zed; di dalam: Maizar Rahman Datuk Rangkayo Maharajo; Secuil Catatan: Mochtar Naim Penerbit: Teras, 2016; 263 halaman ISBN: 978-602-74724-0-2


Demang Loetan Dt. Rangkayo Maharajo, Mandiri dan Islami[1] Oleh Shofwan Karim[2]
Buku,“Demang LoetanSang Politisi Volksraad dari Lereng Merapi”, mengisi paceklik diskursus tentang Minangkabau masa lalu yang amat pentinguntuk masa kini dan ke depan.Tokoh ‘otodidak’ (seperti ditulis Kata Sambutan)[3], Demang Loetan (1884-1941) menjadi anak zamannya. Ia amat gigih menambah ilmu dan mengasah taji kemampuan. Setelah berusia di atas 30 tahun di terima sebagai siswa Bestuurschool Belanda (1919-1921).
Dengan masuk Bestuurschool, sebenarnya Demang Loetan sudah menjadi tokoh otodidak-plus. Apalagi sebelumnya Loetan atas inisiatif sendiri belajar di luar se…