Shofwan Karim, Obituari Buya Mirdas Ilyas (3): Satu Rumah-Posko Bersama Saya, Abdul Hadi, Syar'i tinggal ngekos di kediaman Bp Jamaan-Ibu Djus di Bukitsurungan. Tinggal di rumah pasangan Direktur-isteri yang guru SP-IAIN ini sangat nyaman. Abdul Hadi dari Rantau Ikil pindahan Thawalib langsung tingkat 3 di SP. Syar'i dari Dusun Panjang, guru Thawalib yg sedang selesaikan kuliah di FU Padang Panjang. Keduanya senior saya. Senang tinggal dengan Direktur, Guru dan senior. Ada yg bimbing belajar dan tempat bertanya. Keadaan itu tak lama. Anak saudara Ibu Djus, dua remaja perempuan bergabung di rumah itu. Satu dari Kampungnya Kotolaweh, Yennita, sekolah di SPG Padang Panjang. Satu lagi Nona Stefin Uring dari Manado, masuk SMP 1. Padahal sebelumnya sudah ada Umi, ibunda Bu Djus. Adiknya, Anwar yg sekolah di STM. Ada putri-putra mereka Fairuz (pr), Elwisyam(lk) dan Mirfad (pr) yang masih kanak-kanak. Meski rumah itu cukup besar, tetap...
Umi Dra. Hj. Bahniar Ibrahim (84 Th) dan putranya dr. H. Nur Avenzoar, isteri dan anak dari almarhum Prof. Dr. H. Sidi Ibrahim Buchari, M.Sc, di Gunung Padang Alai, Padang Pariaman, 10 April 2018 (Foto: Jasrizal). Umi menyerahkan setifikat tanah 3,5 hektar diwakafkan kepada Muhammadiyah diterima oleh Ketua PWM Shofwan Karim, disaksikan putranya Nur Avenzoar serta Bendahara dan Wakil Ketua PWM Abdul rahman Chan dan Solsafad, Ketua PDM Padang Pariaman Fakhri Zaki dan Ketua dan Wakil MWK Sudirman dan Win di depan kediaman keluarga Gunung Padang Alai, Padang Pariaman, Selasa, 10 April 2018. (Foto: Jasrizal) Bersama Buyuang Aciak, Wali Nagari Gunung Padang Alai (Baju batik di tengah). (Foto: Staf Walneg) Padang Alai , Padang Pariaman (10/4/18). "Apa rahasianya Umi?", tanya salah seorang yang hadir siang itu. Usia Umi sudah 84 tahun, tetapi penampilan lincah, bicara lancar dan suara bak ibu usia 40-an. Runtut, jelas dan berisi. "Yang penti...
Shofwan Karim, Obituari Buya Mirdas Ilyas (1): Bayani, Sunnatullah, Takdir? Buya Mirdas adalah Ketua PDM Padang Panjang Batipuh X Koto 2005-2010. Sejak 2015 adalah penasihat. Alquran banyak memberi ingat tentang kematian. Kematian adalah salah satu hal yang pasti akan dihadapi oleh manusia. Saat kematian datang, jiwa akan terlepas dari raganya. Lahir-maut, jodoh dan rezeki adalah 3 hal yg menjadi takdir. Dalam Islam 3 takdir itu yang menjadi rahasia dan hanya Allah SWT yang mengetahui, termasuk di dalamnya adalah kematian. Ketika waktu kematian telah datang menghampiri, manusia tidak dapat menolak atau menghindarinya. Oleh karena itu, selama hidup di dunia, manusia harus selalu mengingat Allah SWT dan tidak terbuai oleh kenikmatan duniawi saja. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW berpesan, “ Perbanyaklah olehmu dalam mengingat penghancur segala kelezatan dunia, yaitu kematian ,” (HR at-Tirmidzi). Firman Allah SWT dalam beberapa ayat...
Komentar